Header Ads

Janji Tuhan Di Balik Perayaan Paskah


Perayaan Paskah tahun ini saya merasakan ada yang kurang, karena :

Adik saya di usia mudanya, 27 tahun, sudah dipanggil pulang oleh Tuhan dua bulan lalu.

Ditambah dengan banyaknya beban-beban pikiran lainnya, yang membuat saya begitu resah dan gelisa.

Pagi ini Minggu, 16 April 2017, Pukul 04.30 WIT saya bertugas siaran dan mendengarkan laporan teman-teman saya tentang jalannya Pawai Obor dan Persiapan Ibadah Fajar Paskah dari beberapa Jemaat Gereja di kota Timika Papua.

Saya bersyukur Tuhan masih ijinkan di tengah kegalauan saya yang sangat ini, saya masih bisa mendengarkan makna Paskah bagi umat Kristen itu berkumandang dari balik headset Radio. Dan di rumah, suami sayapun menyimaknya mengikuti siaran Radio.

Lewat laporan rekan saya, Tora Immanuel, yang memperdengarkan Khotbah Ibadah Fajar Paskah oleh Pendeta Alfred Dimara bersama Jemaat GKI Marthen Luther Sempan Timika, yang mengutip dari Kitab Yohanes 20:1-10 “Kebangkitan Yesus”. Lewat Khotbahnya yang bisa saya bagikan untuk anda adalah Tuhan telah bangkit membawa kemenangan dan harapan baru bagi kita, lewat peristiwa-peristiwa hidup yang kita lalui adalah cara Tuhan untuk pemperbaharui jalan hidup kita, agar kita selau dekat denganNYa. Tuhan tidak menjanjikan laut yang tenang tapi Dia akan menyertai kita sampe akhir zaman.

Setelah mendengar Khotbah, sayapun berdoa meminta pengampunan dan mengucap syukur atas kemenangan Tuhan yang sudah Bangkit dari maut untuk menebus dosa-dosa saya dan Janji Tuhan untuk selalu menyertai saya di tengah pergelutan hidup saya.

Saya bersyukur, selamat Paskah 2017 ! ^_^
Powered by Blogger.