Header Ads

Menilai Orang Lewat Mata Hati

Seorang pemuda berusia 25 tahun dan ayahnya yang berumur 60 tahun berjalan-jalan pinggir pantai yang dipenuhi wisatawan. Mereka kemudian duduk diujung dermaga dan menikmati suasana pantai dan laut tersebut. 

Tiba-tiba sang pemuda melihat ke arah deretan kapal pesiar dan berteriak, “Ayah, lihat kapal putih yang berjalan itu, sangat besar sekali!”

Ayahnya tersenyum, namun pasangan muda yang duduk di dekat mereka memandang perilaku kekanak-kanakan lelaki muda itu dengan perasaan kasihan dan risih. 

Tiba-tiba lelaki muda itu kembali berseru… “Ayah, lihatlah ombak di ujung sana terlihat besar dan bergulung-gulung!”

Merasa sangat terganggu, pasangan yang mendengar perkataan lelaki muda ini  kemudian berteriak kepada orang tua lelaki muda tersebut. 

“Mengapa anda tidak membawa anak anda ke dokter penyakit jiwa?”

Orang tua itu tersenyum dan berkata…, "Saya sudah membawanya ke dokter dan kami baru saja pulang dari Rumah Sakit. Anak saya buta sejak lahir. Dia baru bisa mendapatkan donor mata dan baru bisa melihat hari ini.”

Pasangan yang kesal itupun secara serentak tertegun...

Tuhan mengingatkan kita semua dengan cara yang indah melalui cerita ini. Setiap orang di dunia ini memiliki ceritanya masing-masing. 

Melalui bacaan pendek ini saya diingatkan agar jangan menilai orang lain sebelum benar-benar mengenal mereka. Karena kenyataannya yang terjadi mungkin dapat sangat mengejutkan.

Lalu pertanyaannya, kita yang lebih beruntung ini sudah bersyukur atas semua benda-benda indah lainnya yang bisa kita tangkap dan nikmati melalui kedua mata kita yang sempurna ini?

Terima kasih Tuhan. Untuk berkatmu.

[sumber : Isai Wuritimur - dengan sedikit gubahan]
Powered by Blogger.