Header Ads

Penginjil Jalanan Abepura, Ev. Timotius Monglo, Tutup Usia

Berita duka menyeliputi hati warga Jayapura, Papua karena telah berpulang ke Rumah Bapa di Surga, Ev. Timotius Mongo.

Kalau mendengar nama lengkap beliau, memang banyak yang tidak mengenal. Masyarakat lebih akrab dengan panggilan Timo atau Penginjil Jalanan lampu merah.

Beliau merupakan pensiunan pegawai Rumah Sakit Jiwa Abepura. Semasa hidupnya dihabiskan untuk penginjilan, mewartakan suara kenabian di emperan toko, lampu lalu lintas, pasar  Sentani, pasar Hamadi dan pasar Yotefa, Lingkaran Abe, Bandar Udara dan pelabuhan Jayapura.

Kabarnya pada hari Minggu, 19 November, beliau diserempet kendaraan di Sentani setelah itu dilarikan ke Rumah Sakit Yowari dan tutup usia.

Beliau dikenal akrab, baik hati dan penyayang. Sering sekali mengunjungi rekan, kenalan, sahabat-sahabatnya.

Saat melakukan penginjilan ia dikenal rapi, dengan pakaian khasnya yaitu pakaian putih, baik kemeja dan celana panjang.

Kini, Bapa Timo sudah mengakhiri pertandingan Imannya. Dirinya sudah mencapai garis akhir dan telah memelihara Imannya yang luar biasa untuk menyatakan nama Yesus dimana saja ia berada.

Banyak sekali ucapan sedih, turut berbela sungkawa yang diposting melalui media sosial.

Saya memang tidak mengenalnya secara dekat. Seingat saya, dulu waktu semasa SMA, saya selalu berpapasan denganya saat dia sedang berkhotbah. Pengalaman itu sangat membekas sampai hari ini, dan ketika saya mengetahui berita duka ini, sayapun menjadi sedih. 

Semoga yang sudah dilakukan olehnya dapat menjadi contoh bagi siapa saja, yaitu "Beritakan Kabar Injil dimana saja kita berada lewat kata dan tindakan".

Serta, untuk keluarga dari Bapa Timo, doa saya selalu kuat dan berpengharapan kepada Tuhan, yang menjadi pusat pemberitaan Injil itu.

Selamat jalan Bapa Timo, Penginjil Jalanan. Tuhan sudah memperhitungkan Jeri Payahmu dan Ia menyambutmu dengan Kasih !

Powered by Blogger.